Capture

Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 – SIMAK UI

“Gak kerasa ya kita udah mau UTS nih!” ucap seorang kawan setelah kelas usai. Bagi saya yang baru sudah 3 bulan hidup di ibu kota, Jakarta dan menempuh perkuliahan di program studi Magister Teknologi Informasi, cukup terasa.  Ya, memang benar terasa begitu cepat, tiba-tiba saja sudah UTS saja. Namun bukan itu point yang saya highlight.  Namun prosesnya..

Kuliah magister / pascasarjana / master degree / S2 memang mungkin bagi sebagian orang terasa mudah. Bagi saya, bisa lanjut kuliah ini saja sudah pernuh perjuangan, kuliahnya tentu juga dengan berjuang, tidak semua materi perkuliahan sudah saya dapatkan di jenjang sarjana. Banyak hal baru yang mesti saya pelajari. Peran teman, sahabat dan semua koneksi diperlukan. Tentu saja doa ibuk dan dukungan kakak adek di rumah sangat-sangat berpengaruh. Semoga Allah senantiasa memudahkan ya. ^^

Back to master degree process..

Saat saya memutuskan untuk lanjut kuliah, saya mulai memikirkan universitas mana yang saya tuju. Tentu dengan research dan banyak pertimbangan. Mulai mengulik satu demi satu laman di dunia maya. Sampai akhirnya tertuju pada Universitas Indonesia, kampus yang mencetak banyak manusia berpengaruh di Indonesia. Selama proses mengajukan beasiswa LPDP dan lolos-pun saya masih terus mencari informasi tentang program studi yang saya ambil dan bagaimana caranya agar saya bisa lolos ujian masuknya.

Selama membaca banyak informasi di berbagai website dan blog. Saya menarik kesimpulan bahwa ujian masuk Universitas Indonesia ( SIMAK UI ) memang tidaklah mudah. Namun jangan khawatir karena preparation and opportunity kalo udah ketemu mah, keberuntungan juga gak bakalan kemana. hehe

Jadi, apa saja yang musti disiapkan?

Pertama yang musti disiapkan adalah mental. Diawal kudu dan musti optimis bakalan lulus SIMAK. Perkara bisa ngerjain soal tesnya apa tidak, itu nanti. Optimist first!

Kedua adalah sering update informasi. Jadwal dan apapun terkait SIMAK kudu sering update. Bisa mulai follow facebook page-nya UI dan atau SIMAK UI.

Ketiga, Penuhi segala administrasi dengan baik. Mulai dari formulir pendaftarannya, pembayarannya dan apapun penuhi dulu. jadi setelah pendaftaran kelar, bisa benar-benar fokus sama SIMAK UI.

Keempat, mulai browsing contoh soal-soal SIMAK. Saya dapat beberapa contoh soal SIMAK baik ujian TPA maupun ujian Bahasa Inggris-nya. Nah, kamu bisa tinggalin email di kolom komentar atau jarpi saya di sosial media, nanti saya kirimin.

Kelima! Belajar. Minimal ada usaha buat print soal kayak saya atau bikin folder khusus yang memang isinya soal-soal (meskipun saya sendiri belum semua file telah saya buka, baca apalagi pelajari). hehe

Keenam adalah siapkan segala peralatan (pensil, penghapus, pulpen, atau alat bantu untuk membulatkan jawaban, dan tak perlu membawa papan jalan) dan catat tanggal penting ujiannya. Paling penting adalah siapkan dan bawa kartu ujianmu PLUS kartu identitas yang kamu inputkan saat pendaftaran.

Ketujuh. Survey LOKASI SIMAK UI. Minimal H-2 SIMAK kamu sudah ada di kota tempat tes. Kebetulan saya ikutan SIMAK UI di semester genap, jadi hanya diadakan di Universitas Indonesia di Depok. Saya cari lokasi tempat saya tes, ruangannya juga. Nah, sayangnya ruangannya tentu masih ditutup. Jadi kita tidak tahu lokasi tepat tempat duduk kita.

So, diperlukan tips ke delapan!

Yaitu, Jangan Tegang dan Datang TEPAT WAKTU saat SIMAK berlangsung. SIMAK UI tidak menerima istilah jam karet. Tidak ada penambahan waktu. Pengalaman yang sangat menegangkan bagi saya saat SIMAK UI adalah mengandalkan ojek online. Kalau ada alternatif ojek lokal, saya sarankan menggunakan ojek lokal saja. kenapa? karena saat hari H, kampus benar-benar macet. Kamu akan beruntung jika bapak ojek online tau tempat menjemputmu dengan jelas. Pengalaman yang cukup menegangkan adalah saya menunggu dijemput 20-30 menitan karena bapak ojek salah lokasi, beliau tidak bisa baca GPS. Poor me.

Tegang tentu saja! Saya sampai di lokasi tepat saat soal dibagikan, jadi masih boleh masuk. Mungkin keadaan akan lebih baik jika saya tahu tempat duduk saya, ini? saya tidak tahu tempat duduk saya dan masih ada beberapa tempat duduk yang kosong. Saya semakin tegang saat tidak menemukan tenpat duduk saya dengan cepat. huhu. Jadi jangan ulangi hal yang sama ya.

Tips terakhir dari saya adalah PASRAH DAN DO THE BEST! Saat itu saya benar-benar pasrah tentang hasil yang akan saya dapatkan. Saya kerjakan soal-soal TPA yang saya bisa saja dan mengerjakan semua soal bahasa Inggris meskipun saya tidak yakin kana jawaban saya. Strategi ini diperlukan, kenapa? Karena saat itu nilai TPA akan -1 jika kita salah menjawab pertanyaan. Jadi lebih baik untuk mengerjakan yang bisa saja. Sedangkan untuk ujian Bahasa Inggris tidak ada minus, jadi kerjakan saja semuanya, barangkali kita beruntung! Dan mungkin saya memang sedang benar-benar beruntung!

Berikut ini adalah info menarik dari fanpages SIMAK UI yang bisa jadi karena inilah saya bisa Lolos. Bisa jadi ini kabar bahagia atau bisa jadi kabar yang nambah dag dig dug kan ? 😀simakui
Jadi, siapkan diri kamu buat SIMAK UI ya rek 🙂

27 thoughts on “Tips Mengikuti Seleksi Ujian Masuk UI S2 – SIMAK UI”

  1. Assalamualaikum, mbak Ria. Nama saya Fiqy, terimakasih atas tulisannya yang sangat bermanfaat. bolehkah saya meminta file contoh soal simak pascasarjana nya? jika iya boleh dikirimkan ke email saya fiqyrabbanisyah@live.com . mohon bantuannya, sekali lagi terima kasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *