photo by Zamronie

Kartini Semangken jadi Ajang Majelis Ilmu

“Sebagai seorang wanita, paling tidak kita memiliki satu kegiatan yang selalu kita lakukan setiap harinya. Bisa membaca, menulis, memasak, atau hal apapun yang bisa dikerjakan secara rutin dan bermanfaat.”

Kurang lebih itulah yang diucapkan oleh Indah Juli, emak Blogger yang juga Blogger senior dan lebih akbar dipanggil Bunda Injul. Saya tentu tertarik dengan kalimat ini, karena bulan itu (April 2016) adalah bulan terakhir saya bekerja. Keputusan untuk tidak meneruskan kontrak bukan keputusan gegabah. Karena saya telah berfikir berulang-ulang dan sholat istikharah beberapa kali. Apa yang akan dilakukan selanjutnya tentu adalah hal yang menjadi Main thinking di dalam otak saya.

Meskipun saya telah berfikir berulang-ulang dan memiliki rencana setelah itu. Kekhawatiran stress karena tidak memiliki kegiatan atau menjadi seorang pengangguran tentu menghantui diri saya. Otak wanita lama kelamaan akan mati karena tidak memiliki kegiatan, bahkan dampak psikologis juga akan terjadi.

So, sebagai wanita, apa yang harus kita lakukan agar otak tidak mati, sehat fisik dan psikologis, dan tentu tetap bermanfaat bagi umat?
Kartini Semangken yang diadakan oleh Plat M pada tanggal 23 April 2016 kemaren telah membantu menjawabnya!

Kartini Semangken, Hari blogger wanita se-Madura !

photo by Zamronie

Plat M sebagai salah satu komunitas Blogger mewakili 4 Kabupaten di Pulau Madura ini memang tak diragukan lagi kemahsyuran-nya di dunia perbloggeran. Selalu aktif, eksis, kreatif, sosialis, edukatif dan tak lupa narsis di berbagai event tentu menjadi dongkrak komunitas ini menjadi semakin dikenal. Tak heran jika ada komunitas Blogger dari kota lain yang nyeletuk bahwa anggota Plat M ini didominasi oleh kaum adam. Karena memang saat di berbagai event manapun, maka akan lebih banyak kaum adam yang mewakili. Adapun seorang hawa yang cukup -narsis dan eksis- di Plat M ini malah kadang hanya diperlakukan bak pemanis buatan. Yah memang sih dia manis. #eh

Namun, Kartini Semangken edisi kedua ini menjadi bukti bahwasanya Madura berbeda. Ia memiliki calon penulis, calon Blogger dan bahkan beberapa diantaranya sudah menjadi seorang Blogger handal. Goresan tinta yang menjelma menjadi ketikan tulisan di Blog masing-masing Marlena akan mampu menduniakan Madura. Marlena kekinian ini akan membuktikan bahwa Wanita Madura tak hanya pandai dalam 3M (Macak, Masak, Manak). Bahkan akan lebih banyak kepandaian dalam jelmaan karakter M yang akan keluar melalui Wanita Madura. Macak (Make-up), Masak (Memasak), Manak (Beranak), Mendidik anak, Menulis, Membaca, Mengaji dan masih banyak hal lainnya.

Kemaren, telah hadir lebih dari 15 perempuan Madura yang telah membuktikan bahwa tak hanya kaum adam yang eksis di dunia perbloggingan dan kepenulisan. Wanita juga! Dan tunggu Marlena-Marlena lain akan muncul dan tulisan mereka akan membantu Plat M menduniakan Madura!

Tak hanya tentang kepenulisan, Namun juga limpahan ilmu dari seorang ibu!

bunda injul

Bunda Injul mengalami banyak hal di dunia Blog. Memutuskan untuk resign dari Media, Perusahaan telekomunikasi yang sangat mahsyur dan benefit merupakan keputusan yang sangat berani. Kehidupan Ibukota yang keras dan karir yang sangat bagus, dilepas! Menjadi seorang ibu adalah pilihan yang tepat baginya. Namun, bukan hanya seorang ibu biasa. Beliau memilih menekuni dunia kepenulisan menjadi hobi-nya.

Berawal dari menulis buku cerita untuk anak-anak dan sharing pengalaman sebagai seorang ibu di Blog, ternyata membuahkan hasil yang tak disangka. Seorang temannya yang bekerja di agency, telah memperkenalkan beliau dengan sebuah perusahaan ice cream. Perusahaan ini jadi client utamanya! Kalo sekarang baru musim Job review dan Endorse, bunda Injul sudah mengawalinya semenjak beberapa tahun silam.

Singkat cerita, bunda Injul menerima tawaran dan mulai menandatangani kontrak kerjasama. Beberapa hari berikutnya, beberapa box ice cream datang untuk di review! Ini nikmat yang berlipat-lipat bukan? *coba saya se aktif dan se bermanfaat bunda Injul, dapat berbox-box ice cream tentu merupakan cold heaven bagi saya! Ada lagi gak ya jaman sekarang, I love ice cream so much! hihi

Point dari part pertama beliau dapat Job review adalah beliau mempertimbangkan pekerjaan itu dengan baik, tanpa nafsu langsung TTD kontrak. Bahkan beliau bertanya dan meminta pendapat suami tentang hal ini! I like this part. hihi

Tetap dengan semangat membagikan ilmunya, Bunda Injul mulai memberikan tips bahwa menulis itu sangat gampang. Lupakan segala teori, lupakan EYD, jangan risau kan titik koma, ikuti kata hati dan mulai lah menulis. Mau nulis galau-pun gak masalah, yang penting galau yang bermanfaat.

Untuk mendukung kita dalam menulis, dibutuhkan juga yang namanya “betah” membaca. Peka dengan keadaan sekitar juga diperlukan. Apalagi sekarang teknologi semakin canggih. Sebagai perempuan yang menjadi calon madrasah pertama bagi anaknya, kita kudu tahu juga perkembangan ilmu, teknologi jaman sekarang. Bunda Injul pun mencontohkan kehidupannya beserta keluarganya. Beliau memberikan kebebasan untuk anaknya dalam berkembang. Namun tetap under control. Nah, untuk itu, beliau cukup peka dengan kemajuan teknologi jaman sekarang.

….

“One child, one teacher, one book, and one pen, can change the world.” – Malala Yousafzai

Malala adalah sosok perempuan muda yang memperjuangkan hak wanita dalam bidang pendidikan. Tulisan Malala menarik banyak perhatian dari segala penjuru dunia. Dia menulis apa yang terjadi di sekitarnya.

Kita yang bebas menempuh pendidikan sampai jenjang yang tinggi dan bebas menulis apapun, apakah tidak bisa bersuara melalui tulisan seperti Malala?

2 thoughts on “Kartini Semangken jadi Ajang Majelis Ilmu”

  1. Waaah.. Kartininya kereeen! I always believe that we can be whatever we want to be.. And one way to start is by expressing yourself. Termasuk melalui tulisan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *