Teh Ani

Belajar Bikin Reportase Ala Blogger Repostase yang Beretika

Ikut acara Blogger Reporter Indonesia di Wisma Riat, Jakarta Selatan, Sabtu 28 Januari 2017, rasanya saya jadi bersemangat untuk selalu belajar lagi dan lagi. Acara yang bertajuk #inhousetraining dengan tema “Menulis Reportase Ala Blogger Reporter”diselenggarakan oleh Blogger Reporter Indonesia (BRID) dan didukung oleh Jakarta Nasi Tumpeng dan Wisma Riat.

Saya sendiri baru kali pertama mengikuti acara yang diselenggarakan BRID. Sebelumnya saya hanya mengikuti saja informasi yang ada di facebook. Beruntung, nama saya masuk list peserta setelah mendaftar via komentar di pengumuman yang disebar. Ada sekitar 35 peserta yang hadir pada pagi hari itu.

Sabtu pagi itu, saya berangkat diantar oleh ojek online menuju lokasi. Sempat salah jalan dan kehujanan, akhirnya saya berhasil menemukan jalan yang benar setelah meminta lokasi (GPS) yang tepat pada panitia. Sesampai di Wisma Riat, tentu saja saya kikuk. Ini bakalan jadi kali pertama berkumpul dengan para blogger keren di Jakarta. Apalagi dengan Teh Ani Berta, yang merupakan co-founder BRID sekaligus pembicara hari ini.

Surprise! Saat saya salaman dengan blogger sambil memperkenalkan diri. Teh Ani tentu sempat kaget, ini kali pertama kami bertemu setelah semenjak 2008 kenal melalui sebuah platform blog asli Indonesia. Dengan malu-malu saya mencoba ngobrol dengan beliau. Setelah itu berlanjut berkenalan dengan blogger lainnya.

Sambil berbincang menggali banyak informasi dari peserta lain yang sudah datang, kami disuguhi dua buah nampan jajanan khas Indonesia. Tentu ini menjadi daya tarik bagi saya. Bentuknya yang lucu dan sekali hap! Sangat menggiyurkan. Namun, sebagai blogger, nampaknya belum sah kalau sebelum makan tidak doa dan foto makanan terlebih dahulu. Suasana menjadi kian hangat dengan perbincangan ala blogger sambil menikmati jajanan nusantara di kala hujan.

mbak Hani

Tepat pukul 10.20 acara dimulai oleh Mbak Hani, salah satu admin BRID. Suaranya enak sekali didengar, seakan kami di hipnotis untuk menyimak beliau membawakan acara. Lalu acara dibuka oleh Pak Hazmi, seorang blogger yang juga vlogger yang sudah saya ikuti facebook beliau dari dua-tiga tahun lalu. Terlihat sekali bahwa beliau memang ahli dalam berbagai hal.

Nampaknya bang Hazmi ini benar-benar ingin memberikan ilmu reportase yang lengkap buat para blogger. Beliau mengawali pembukaan beliau dengan menjelaskan sebabnya. Sesuai sekali dengan apa yang dikatakan oleh Simon Sinex untuk solving problem, start with why. Karena semakin banyaknya platform baru, berkembangnya platform lama, dan adanya kekuatan para blogger dalam 3 hal, yaitu Tweeting, Posting dan Linking. Maka ilmu reportase itu sangat diperlukan.

Belajar Bisnis dan filosofi mulia dari Jakarta Nasi Tumpeng

mas vidy

Acara pertama setelah pembukaan adalah perbincangan singkat dengan Jakarta Nasi Tumpeng. Diluar ekspektasi saya, mas Vidy, owner Jakarta Nasi Tumpeng ini berbagi banyak hal kepada kami. Tidak hanya tentang produknya, tapi juga tentang sistem bisnis yang diterapkan olehnya.

Berangkat dari keinginan untuk tetap melestarikan budaya syukuran khas Jawa dengan Nasi Tumpeng, Mas Vidy bertekad bulat untuk bisa memberikan pelayanan yang tepat bagi masyarakat Jakarta. Untuk itu kenapa nama Jakarta terselip dalam nama produknya. Selain itu, semakin banyaknya acara syukuran, ulang tahun misalnya, yang menggunakan kue ulang tahun (bukan berarti perayaan seperti itu salah ya), adanya kekhawatiran bahwa budaya ini akan luntur.

Dengan mengangkat filosofi tersebut, Jakarta Nasi Tumpeng sudah mendapatkan nilai plus. Selain itu, agar lebih fokus, produk ini hanya melayani wilayah Jakarta saja. Jika berbicara tentang keunggulan produk, nampaknay sudah tak perlu ditanyakan. Karena saat weekday, ia bisa melayani 3-5 Nasi Tumpeng. Saat weekend tentu lebih banyak lagi.

Justru yang membuat saya tertarik adalah pelayanan dari Jakarta Nasi Tumpeng. Dan tentu sistem bisnis yang di share oleh mas Vidy. Jakarta nasi tumpeng ini sangat mengoptimalkan websitenya dalam Search Engine. Anda bisa menelusurinya di www.jakartanasitumpeng.com. Ini tentu menjadi point bagi produknya. Dan yang paling tidak kalah penting adalah pelayanan. Beliau memiliki Customer Service yang sudah berpengalaman dalam bidangnya, pelayanan mulai dari before sales sampe after sales.

Ada 5 hal yang diterapkan dalam konsep bisnis beliau, yaitu Mudah ditemukan, Landing Page, Customer Service, Produk dan After sales. Dengan menerapkan 5 hal ini dan after sales tentunya sebagai peningkatan kualitas pelayanan terhadap konsumen lama, mas Vidy berharap agar teman-teman blogger juga bisa mengambil ilmu ini.

Tulis reportase dengan baik dan posisikan diri sebagai Blogger Beretika

Teh Ani

Sebelum mengawali materi Menulis reportase ala blogger, teh Ani benar-benar mengingatkan saya tentang instropeksi diri. Tentang saling menghargai, jika memang ingin dihargai, maka kita harus mulai dari diri sendiri. Hargai diri sendiri dan orang lain.

“Kita melakukan sesuatu yang baik untuk seseorang – bukan trouble maker-, orang akan tertarik dengan kita” – Teh Ani, 11:05, 28 Januari 2017

Salah satu kutipan yang saya ambil dari beliau. Orang tentu akan baik juga kepada kita jika kita juga baik. Ya tentu mungkin masih banyak yang berpandang berbeda, tergantung karakter masing-masing. Namun, hukum alam memang terkadang susah dihindari. Timbal balik tentu saja masih ada. Begitu juga tentang menulis.

Sebagai seorang blogger, akan menjadi lebih baik jika kita menjadi blogger yang memiliki attitude yang baik dan berkualitas. Hal ini sudah dicontohkan oleh Teh Ani, entah kita sadari atau tidak. Beliau datang lebih awal, bahkan dari saya, peserta. Kualitas juga ditunjukkan dengan ternyata banyak sekali hikmah yang beliau dapat dari ngeblog. Karena terbiasa tweet saat datang ke sebuah acara, meskipun tidak dibayar, beliau juga tetap tweet. Itu sudah menjadi habit bagi blogger.

“Kita bisa beramal lewat tulisan.” – Teah Ani, 11:15, 28 Januari 2017

Melalui tulisan kita bisa beramal. Tentu dengan niat yang baik juga. Karena sering melalang buana di sosial media, beliau dilirik menjadi Social Media Consultant. Semua itu terjadi secara spontan dan berjalan begitu saja. Semuanya akan berproses, jadi kita kudu sabar.

Berlanjut pada materi belajar menulis reportase, tentunya kita kudu tahu apa itu Reportase sesungguhnya. Jadi, reportase adalah kegiatan mengumpulkan informasi yang diliput sesuai kejadian, data, survey dan pernyataan-pernyataan narasumber dan khalayak ramai. Nah, blogger ini sudah punya paket komplit dalam reportase. Ada yang live tweet, facebook live, instagram live, misalnya. Itu semua adalah bentuk dari reportase. Karena fakta yang dilihat, didengar dan disaksikan pada kegiatan tersebut dilaporkan secara langsung.

Blogger ini memang istimewa, kita menulis reportase tidak terikat oleh yang namanya pakem jurnalistik. Kita bisa menggunakan bahasa personal, boleh beropini tapi juga diusahakan jangan terlalu banyak dan tidak dibatasi jadi kita bisa nulis sedetail yang kita mau. Perlengkapan blogger juga tak harus membawa kamera besar seperti para jurnalis. Perlengkapan yang biasa dibawa blogger reporter adalah Notes, Bolpoin, Kamera poket, Smartphone, powebank, cable data dan jika diperlukan DSLR Camera. Yang tidak kalah penting, Teh Ani selalu bawa voice recorder, ini penting juga, karena memang terkadang ingatan manusia terbatas.

Ada banyak tips yang diberikan oleh Teh Ani, berikut ini adalah ringkasan tips Menulis  Reportase A la Blogger :

  1. Point paling penting selalu ada di nomor wahid. 5 W + 1 H (What, Who, When, Where, Why, dan How)
  2. Sisipkan kalimat aktif (pernyataan)
  3. Tidak salah menuliskan gelar nara sumber dan atau pengisi acara
  4. Riset kecil-kecilan sebelum menulis reportase (melengkapi, bahan komperasi dan verifikasi data)
  5. Live tweet, bermanfaat sebagai arsip. Jadi kalau lupa kita bisa lihat lagi menggunakan tagar acara.
  6. Multitasking, bisa foto, menulis poin wawancara, video dan live tweet
  7. Menggunakan foto sendiri
  8. Sediakan notes kecil dan voice recorder
  9. Tuliskan Reportase maksimal H+1 atau H+3
  10. Berbagi tulisan ke sosial media, mention akun atau brand yang mengundang.

Sepuluh tips diatas tentu sangat penting bagi para blogger agar dapat menulis reportase dengan baik. Dan kalaupun ada press release, sebaiknya digunakan hanay sebagai acuan saja, tidak harus berpatokan padanya. Kalaupun ada yang perlu dilihat dalam press release adalah nama dan gelar narasumber acara, sejarah dan intisari acara.

Selain dalam hal penulisan, Teh Ani juga meberikan tips agar lebih beretika dalam kegiatan reportase. Mulai dari hadir tepat waktu, menyimak jalannya acara, menyampaikan pertanyaan dan memberikan kesimpulan. Kita tidak perlu ngaku-ngaku jadi wartawan saat melakukan reportase, cukup menjadi diri sendiri, seorang blogger. Kegiatan reportase ini bisa menjadi pengalaman dan portofolio bagi kita kelak. Yang penting kita harus jadi blogger yang bersahaja dan bermartabat serta dapat menginspirasi banyak orang.

Jakarta Nasi Tumpeng di serbu Para Blogger
Jakarta Nasi Tumpeng

Lagi-lagi tak nikmat rasanya jika acara ditutup tidak ada sesi foto! Jadilah kami semua berfoto untuk mengakhiri acara. Dilanjutkan dengan menyerbu nasi tumpeng yang semenjak tadi sudah melambai-lambaikan tangan untuk segera dipotong. Pelayanan dari Jakarta Nasi Tumpeng memang benar-benar terbukti, nasi tumpeng datang bahkan sebelum jam yang disepakati. Rasa yang terjamin, free ongkir, tepat waktu dan mengedepankan pelayanan bagi konsumen adalah misinya.

*Tambahan Ilmu dari Pak Hazmi

Saat setelah makan nasi tumpeng, kami masih mendapatkan tambahan ilmu dari Pak Hazmi. Ini untuk melengkapi jawaban dari pertanyaan beberapa blogger.

Penjelasan ini jadi tambahan ilmu bagi saya pribadi. Bagaimana menjadi blogger yang bisa memiliki daya tarik. Jadi, ada 4 daya tarik utama yang harus kita miliki sebagai seorang Blogger  :

  1. Bergaya storytelling
  2. Penjiwaan yang kuat dengan konten
  3. Menyesuaikan dengan platform
  4. Penuh ilustrasi, gambar + video

Beliau menjelaskan empat daya tarik yang kudu dimiliki oleh blogger. Ini penting banget tentunya, karena melalui blog (lomba blog, misalnya) juga memang benar bisa memberika rejeki tersendiri bagi kita.

Selesai sudah menimba ilmu hari ini, kami mulai berpamitan satu demi satu. Saya yang baru kali pertama melalang buana sendirian ke Jakarta Selatan, cukup bingung pulang bagaimana. Tentu ojek online menjadi solusi pertama, namun sayangnya bapak ojeknya tidak bisa dihubungi, walhasil saya batalkan menggunakan Ojek Online. Ultra rejeki saat bunda Siti yang duduk disebelah saya menawarkan tumpangan ke Salemba! Hal ini tentu masuk reportase juga ya, role model blogger baik hati. Hehe

3 thoughts on “Belajar Bikin Reportase Ala Blogger Repostase yang Beretika”

  1. Aaaa, acara ini aku skip. Semoga next event bisa ikutan. itu kata-kata Teh Ani noted banget ya, “Kita melakukan sesuatu yang baik untuk seseorang (bukan trouble maker ), orang akan tertarik dengan kita.” btw salam kenal rialyzara. saya oka dari blogger pontianak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *