Be Positive dan Nikmati Efek Kupu-Kupu dari-mu!

image from pinterest

Beberapa hari yang lalu, saya dibuat bahagia hanya dengan melihat teman saya, sebut saja dia Kiky, yang meng-update Display Picture BBM-nya. Dia terlihat cantik dengan jilbab bernuansa putih perak dengan hiasan mewah namun tak norak dengan warna perak senda dengan jilbabnya. Serta tak lupa kembang melati yang terlihat aromanya harum! Foto selfie tersebut dalam asumsi saya diambil saat dia sedang menjalani foto ala-ala pasangan jaman sekarang yang foto dulu sebelum Ijab Qabul, atau lebih keren dengan sebutan foto pre-wedding. Ternyata TIDAK! Foto tersebut asli diambil sebelum Ijab Qabul diucapkan.

Saya sudah lama mendengar cerita darinya bahwa Januari ini dia akan menikah. Saya senang dan tentu mendoakan agar semuanya lancar. Namun sampai pada minggu terakhir Januari, saya tak kunjung mendapatkan kabar darinya.  Setelah mencoba klarifikasi kenapa kabar bahagia ini tidak disampaikan ke saya, sebagai temannya, akhirnya terjawab juga. Acaranya memang dibuat sakral dan hanya keluarga terdekat yang diundang untuk datang. Dan ditambah Gedung tempat resepsinya juga bisa digunakan pada Februari. So, kita insyaAllah akan ketemu Februari ini yak ky!

Fokus dari postingan ini bukan membahas pernikahan Kiky. Namun lebih kenapa saya senang mendengar kabar bahwa mereka (Kiky dan suami) menikah. Karena ini mungkin yang disebut dengan Butterfly Effect!

Teori Butterfly Effect

Teori kupu-kupu ini ditemukan oleh Edward Norton Lorenz, seorang matematikawan yang memiliki pekerjaan rutin sebagai peneliti meteorology. Lorenz yang  merupakan jebolan MIT ini sedang melakukan penelitian tentang peramalan cuaca dan menemukan hasil yang sangat berbeda.  Dari beberapa sumber yang saya baca, terutama Mbah Wiki(pedia), Lorenz menerbitkan studi teoritis efek ini dalam artikel terkenal dengan judul “Deterministic Nonperiodic Flow”. Namun suatu kali Lorenz tidak mempunyai judul untuk ceramahnya pada pertemuan ke-139 American Association for the Advancement of Science tahun 1972, Philip Merilees mengusulkan judul “Does the flap of a butterfly’s wings in Brazil set off a tornado in Texas?” (“Apakah kepakan sayap kupu-kupu di Brasil menyulut angin ribut di Texas?”). Meskipun kepakan sayap kupu-kupu tetap konstan, namun dalam konsep ini, lokasi kupu-kupu, dampaknya dan lokasi dari dampak-dampak selanjutnya dapat bervariasi luas.

Nah, kepakan saya kupu-kupu secara teori ini lah yang dapat menyebabkan perubahan-perubahan sangat kecil dalam atmosfir bumi yang pada akhirnya dapat mengubah jalur angin ribut (Tornado). Baik menunda ataupun mempercepat dan bahkan dapat mencegah terjadi-nya tornado ditempat lain. Akibat dari kepakan sayap kupu-kupu ini merujuk pada perubahan kecil dari suatu kondisi awal sebuah system yang mengakibatkan peristiwa dengan perubahan besar. Selebihnya kamu bisa membacanya di Mbah Wiki(pedia).

Butterfly effect is a concept that small causes can have large effects.

image from pinterest
image from pinterest

Jadi beberapa tahun lalu, mungkin saat saya semester 5, Kiky menginap di kos saya. Kebetulan memang saat itu roomate saya sedang berlibur alias pulang kampung. Kiky menemani saya dua hari di kos. Saat menjelang malam, tiba-tiba senior saya dari SD sampai kuliah di jurusan yang sama mengimkan sebuah pesan melalui Whatsapp. Kami baru kenal di kampus, maklum kakak kelas saya ini (sebut saja Mas Fajar) angkatan 2007 jadi saat SD sampai SMA kami tak pernah berjumpa.

Nah, mumpung beliau sedang main di Madura, beliau ngajak saya ngopi bareng dengan teman-temannya. Ini kesempatan yang jarang sekali, apalagi dia sudah lulus dan menjadi dosen di satu kampus paling besar di Kediri. Kesibukannya menjadi dosen dan kuliah S2 (saat itu) tentu membuat jarang bertemu teman-temannya (termasuk saya) di Madura. Setelah berbincang melalui teks, akhirnya saya memutuskan untuk meng-iya-kan. Tentu Kiky yang sedang menginap di kos, saya ajak untuk menemani. Saya tak mungkin meninggalkan dia. *iya masak dia menginap di kos saya, trus saya tinggal gitu.hehe

Singkat cerita kami berangkat ke Peltim, kawasan paling cozy bagi mahasiswa Trunojoyo untuk nongkrong. Selain itu kopinya cuman seharga 3000-an, beda NOL satu dengan coffee shop yang kini mulai menjamur di berbagai kota. Saat Kiky memarkir motor, terlihat mas Fajar dan kawan-kawannya sudah bercengkrama menikmati angin malam pelabuhan. Nah disini-lah untuk kali pertama Kiky bertemu dengan salah satu kawan mas Fajar yang sekarang menjadi suaminya.

Tentu saja itu tak dipungkiri karena takdir Allah SWT. Akan banyak kemungkinan jika saya tidak mengindahkan ajakan mas Fajar untuk nongkrong di Peltim. Mungkin saja Kiky akan bertemu dengan suaminya di tempat lain, atau mungkin saja juga belum dipertemukan sampai tahun ini misalnya. Wallahu’alam. Kemungkinan-kemungkinan tersebut bisa saja terjadi, tentu tanpa mengabaikan takdir Allah.

Seperti halnya jika saya tak ikutan acara Saling Silang di kampus yang diadakan Plat-M, mungkin hari ini saya belum tentu menjadi seperti sekarang ini. Padahal saat itu ada beberapa senior melarang saya yang masih unyu-unyu ini untuk gabung bersama Plat-M lho.hehe

Go Green is small steps but the matter

Saya sedih saat melihat alun-alun ramai dikunjungi oleh anak-anak untuk bermain bersama, namun kondisinya justru kotor karena banyak sampah.

Dalam benak saya, salah satu hal simple yang bisa saja kelak menjadi efek Maha Besar adalah buang sampah sembarangan, pemakaian kertas habis-habisan, penggunaan kantong plastik se-enak-nya dan juga penggunaan transportasi pribadi yang terlalu sering.

Setidaknya kita akan bisa membantu “mencegah banjir” dengan membuang sampah pada tempatnya. Hal yang bagi sebagian orang mungkin sepele, tapi efeknya juga gede. Selain itu, dengan membuang sampah pada tempatnya, lingkungan jadi enak dipandang oleh mata kan? Kita juga akan lebih nyaman untuk berjalan-jalan di Alun-alun kota misalnya, karena memang tempatnya asri dan tak ada sampah yang berserakan. Anak-anak juga akan bermain dengan senang dan orang tua gak khawatir akan kuman, virus dan bakteri dari sampah-sampah yang berkeliaran.

Contoh lainnya adalah penggunaan kertas dan kantong plastik. Kebiasaan membawa totebag kemana-mana akan memudahkan kamu untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Misalnya nih, dikit-dikit kalau belanja ke ***mart yang sekarang jumlahnya sudah banyak banget di berbagai daerah, bawa aja totebag. Meskipun kantong plastiknya berlabel bisa diolah, akan lebih baik jika saat berbelanja kita tak usah minta kantong plastik (menolak jika pelayan mulai membungkus belanjaan kita. Saya sendiri lagi benar-benar mengurangi penggunaan kantong plastik ini dengan membawa totebag (goodie bag hasil ikutan acara blog dan atau Google) saat belanja di ***mart.

Begitupula dengan penggunaan kertas. Untuk saat ini mungkin saya agak sulit untuk tidak menggunakan kertas, karena sedang bekerja sebagai document controller yang menangani proyek oil dan gas. Penggunaan kertas bahkan setiap hari hampir 1 rim, itu hanya di ruangan saya. Belum di ruangan lainnya. Padahal SATU RIM KERTAS = SATU POHON BERUMUR 50 TAHUN TUMBANG di SUMATERA atau di KALIMANTAN (ini hasil pembahasan di Group Warga Lab bersama bang Rotua). Saya sedih setiap harus mencetak lembar-lembar document yang harus di-review oleh client.

Saya sendiri karena baru satu bulan mencoba “sesuatu” yang baru ini juga sempat kaget. Karena saat kuliah dan bekerja di Startup, saya benar-benar paperless. Hampir semua hal bisa dikerjakan tanpa kertas, karena hal-hal yang kami kerjakan bersifat digital. Jadi benar-benar mengurangi penggunaan kertas. Namun saat ini sangat berbanding terbalik. Usaha saya agar tak banyak kertas yang digunakan adalah dengan benar-benar teliti terhadap document yang belum di cetak dan atau menggunakan kertas bekas document yang sudah di review dan tidak digunakan kembali (dengan menggunakan sisi lainnya yang masih kosong).

Saya tak bisa membayangkan anak dan cucu saya kelak tak bisa menikmati hijau-nya Bumi Indonesia. Semoga kita semakin bijak untuk menggunakan kertas ya guys..

Lakukan berbagai HAL POSITIF!

ALAMenilai

Teori kupu-kupu ini juga ada di dunia perbloggingan. Kamu tidak tahu bahwa mungkin saja ada seseorang yang tergugah karena postingan yang sangat inspiratif dari blog kamu. Dia menjadi semakin memperbaiki diri karena terinspirasi dari tulisan pengalaman kamu di blog, misalnya. Walhasil, sekarang dia menjadi seorang yang lebih baik dan menginspirasi banyak orang dengan kisah hidupnya, dan titik baliknya berawal dari membaca tulisan kamu yang inspiratif! Kamu pasti akan sangat bahagia 🙂

Nah, hal-hal yang sepertinya menurut kamu sederhana atau bahkan sepele dengan menulis status facebook dan berbagai online messanger lainnya, post foto dengan caption yang positif di instagram, kicauan di twitter dan tulisan di blog kamu ini ternyata bisa berdampak sesuatu yang besar kelak. Seperti teori efek kupu-kupu, sebuah penyebab kecil dapat memiliki efek yang besar.

Salah satu kegiatan positif yang digagas oleh salah satu founder Plat-M, Wahyu Alam, setiap Jumat Malam misalnya. Ini merupakan salah satu terobosan terbaru selain untuk benar-benar meraketkan tali silaturahim. Kegiatan yang bertajuk #ALAMenilai ini bisa menjadi salah satu efek kenapa sekarang kamu akan dapat mudah menemui tulisan anak-anak Plat M yang berkualitas. That’s butterfly effect works!

So, still write positive things and do a lot of positive things! Dan nikmati kebahagian efek kupu-kupu dari kamu 🙂

12 thoughts on “Be Positive dan Nikmati Efek Kupu-Kupu dari-mu!”

  1. Analisa yang menarik. Baru tahu.
    Sempat gagal paham apa hubungan efek kupu-kupu sama sampah di taman, tapi di akhir disimpulkan, jadinya paham.

    Btw, ditulis tapi ngga diberi tautan ke blog itu seperti diajak ke peltim, tapi ngga diajak ngopi! haha

    1. *senyum*
      Sebelumnya pernah dengar tentang teori ini belum?
      Hehe, karena semua tak ada yang kebetulan. Hukum Sebab-Akibat, ada di Pelajaran Fisika. Butterfly effect lebih khusus lagi, orang meteorologi yang lebih paham 🙂

      Haha. siap laksanakan, akan di re-post with link 😀

  2. dari bahas soal pernikahan, ke banjir dan sebagainya, kenudian berakhir di #ALAMenilai.

    Jadi jangan-jangan ini memang niat mau nulis #ALAMenilai yang terselubung yaa?

    1. Saya bahas semua hal 😀
      Hal-hal kecil yang akan memiliki dampak besar 😀
      Dan termasuk post terselubung tentang Jumat Malam kita #eh

  3. Mendeskripsikan “Butterfly effect”-nya keren, pernah diskusi dengan salah satu senior tentang teori ini.
    Ya… semuanya berkaitan, seperti disebutnya #ALAMenilai juga bukan sebuah kebetulan
    Kalau saya menarik sebuah premis dalam filsafat yang dituangkan dalam sajak “Butterfly Effect” adalah : “Tidak ada yang kebetulan, bahkan ketidak sengajaan adalah hal yang benar-benar dibenarkan Tuhan”
    Nice post Ria 🙂

    1. Kalau “Butterfly effect” yang pernah didiskusikan mas Bombom kayak gimana hasil pemikirannya? Ada sisi yang berbeda dari yang ria deskripsikan kah? 😀
      Yaps, benar sekali. Tak ada suatu kebetulan 🙂
      Thanks Mas Bombom 🙂

  4. Menulis blog dengan menyertakan, kutipan teoritis, pengalaman personal dan storytelling. Daripada tulisan serius penuh kata-kata yang ribet aku suka tulisan begini yang membuat pembacanya seperti diajak ngobrol…mengalir njur ya enak dibaca…

  5. Sempat terpikir bahwa tema sampah adalah bagian lain dari cerita tentang jodoh dan teori efek kupu-kupu, tapi ternyata satu tema yang mencoba dilihat dari sudut yang lain. Keren. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *