Autumn in San Francisco – Menyusuri China Town dan Union Square

Hello everyone! Yay, Finnaly I can update my blog \(^^\) . As I have told you in my previous post, I was choosen to be one of the lucky TC who get invitation from Google. And I’m soooo very excited to share about my story in San Francisco with everyone! Hohoi

I know kalo saya too late banget untuk share, tanpa excuse apapun, karena memang perjalanan ke Amerika itu Oktober 2015 lalu. But! Saya tetep antusias banget nulis bagian demi bagian. πŸ˜€

Setelah melewati malam pertama di San Francisco, saya bangun dengan segar dan siap menikmati perjalanan hari pertama di kota ini!

Perjalanan menyusuri San Francisco kami mulai dari subuh. Seakan suasana mendukung kami ber-enam yang menyimpan gejolak untuk segera menyusuri blok demi blok di daerah Union Square. Nabilla, Febria, Leonika, Wilik, Kamil dan saya.

Berbekal Coffe latte hangat, kue ala western yang saya lupa apa namanya dan sebuah apel, kami mulai keluar dari hotel Hilton, tempat kami menginap. Udara diluar sangat sejuk bagi Leonika dan Febria yang memang sudah pernah ke Amerika sebelumnya, sejuk pula bagi Nabilla yang sudah pernah merasakan dinginnya dataran China, sejuk pula bagi Ko Wilik yang sudah biasa jalan-jalan ke luar negeri dan biasa banget bagi Kamil yang memang suka traveling dari gunung ke gunung. Namun bagi saya yang belum pernah ke dunia bagian barat dan gak pernah naik gunung, ini lumayan menusuk tulang. Saya beruntung karena memiliki teman seperti mereka yang sudah memberikan banyak informasi penting bagi saya sebelum berangkat. Beruntung karena saya sudah siap dengan jaket tebal dan baju-baju tebal selama disini.

*Photo taken by Mbak Nabilla. Kami lagi sibuk masing-masing, saya sibuk ngatur kamera hape noh!haha

Kami menyimpan banyak rasa dalam dada ditengah dingin sejuk-nya pagi itu. Senyuman mulai berkembang di wajah-wajah kami. Hari ini bakalan jadi hari paling berkesan dalam hidup. Menyusuri sepanjang jalan Powell, Mason dan Market, blok demi blok kami lalui dengan berbekal sebuah Peta fisik yang Cece Leo temukan di Lift. *Mungkin milik seseorang yang jatuh, terima kasih ya seseorang, peta kamu membantu sekali.

Kami sama-sama sibuk menikmati bangunan-bangunan indah di Union Square. Apartement, deretan pertokoan, restoran, pharmacy yang ternyata lebih seperti supermarket, orang yang lalu lalang memulai kesibukannya dan beberapa homeless yang nampak kedinginan meskipun sudah memakai pakaian yang sangat tebal. Saya mengamati detail kota ini yang begitu bersih. Saya tak mengerti tentang seni dan arsitektur bangunan. Namun menurut saya bangunan-bangunan itu benar-benar klasik dan indah. Semakin indah dengan pohon-pohon di sekitar yang mulai nampak menguning dan gugur satu demi satu.

Dari segi jalan umum yang kami lalui, tak nampak ada kemacetan. Transportasi yang digunakan juga bermacam-macam. Mulai dari kendaraan pribadi seperti sepeda dan mobil, *disini saya jarang menemui orang berkendara menggunakan sepeda motor, dan banyak kendaraan umum seperti taxi, term, cable car dan bus.

Kami terus menyusuri Powell St. sampai akhirnya berada di tikungan Bush St. Terlihat di seberang jalan Bush, ornamen-ornamen berwarna merah khas China. Dan Yaps! kami sampai di Chinatown. Salah satu daerah di San Francisco yang juga sangat ramai dikunjungi. Kabarnya, ChinaTown ini merupakan daerah wisata nomor dua yang paling banyak dikunjungi setelah Golden Gate.

Bangunan-bangunan di sepanjang jalan di ChinaTown sudah sangat berbeda dengan sebelumnya. Tetap ada unsur klasik yang indah, namun lebih banyak perpaduan bangunan khas China. Kata mbak Nabilla yang sudah pernah ke China, emang disini mirip banget sama suatu daerah disana *mbak Nabilla nyebutin nama daerahnya, tapi saya lupak namanya! Peace gals.

ChinaTown juga menjadi pusat berbelanja oleh-oleh dengan harga miring. Hampir setiap toko menawarkan barang yang mirip dan bahkan sama. Harganya juga hampir-hampir mirip tiap toko. Tapi jika kamu jeli dan pinter menyusuri satu demi satu toko di ChinaTown, kamu akan menemukan sebuah toko yang menawarkan harga paling murah diantara lainnya! Selisih 1 dollar itu berharga banget bagi kami. Haha

Saya sempat membeli beberapa oleh-oleh untuk kakak, adik dan keponakan2 di rumah. Bingung banget mau beli-in ibuk apa, jadi gak beli apa-apa deh buat ibuk di ChinaTown ini. Syedih sih inget gak beli apa-apa buat beliau. Saking bingungnya mau beliin apa, akhirnya beli magnet untuk kulkas di rumah. Nah, pas beli magnet kulkas ini saya nemu toko yang memang harganya lebih miring. Dan ternyata orang yang berjualan asli China dan menggunakan bahasa Mandarin saat itu *mungkin karena melihat saya ditemani oleh teman-teman Chinese. Saya beruntung karena saya ditemani dengan teman-teman saya yang memang keturunan China dan bisa menggunakan bahasa Mandarin. Thanks ko Wilik sudah menjadi translator ulung!hehe

Selepas berbelanja pernak-pernik khas San Francisco di ChinaTown ini, kami mulai beranjak menyusuri San Francisco. Kali ini kami akan menuju Union Square. Jalanan mulai naik turun, saya sudah merasakan tubuh saya mulai menghangat. Ya, sepanjang jalan di San Francisco memang naik turun. Kalau kamu kesini, siap-siap pakai sepatu santai ya! Saya heran dengan bule-bule cantik yang lalu lalang disini menggunakan heels. Kok ya kuat.hehe

Union Square itu semacam alun-alun kalo di Indonesia. Terlihat beberapa orang disini olahraga, ngobrol di bawah pohon atau sekedar bersantai di cafΓ©-cafΓ© sekitar Union SquareΒ *ini asumsi saya mereka bersantai, entah kalo ternyata bahas hal penting yak.hehe.

Matahari mulai naik. Terik sekali namun udara masih terasa sejuk. Kali ini memang benar-benar sejuk jadi saya berani melepas jaket tebal saya. Karena sebelum Β jam 1 siang kami harus sudah sampai di Hotel untuk Registrasi di acara kami, Top Contibutor Summit 2015, jadi kami menikmati Union Square hanya beberapa saat. Rehat sejenak karena sudah berjalan cukup jauh, menikmati pemandangan dan tentunya tak lupa mengabadikan keindahan alun-alun ini. Oh ya, di Union Square ini kamu bisa menemukan beberapa icon berbentuk hati. Di tengah area ini juga ada semacam monument. Pemandangannya juga menarik karena Union Square dikelilingi gedung-gedung tinggi klasik.

*Gaya epic kami di Unio Square :D

Selepas dari Union Square, kami kembali ke Hotel Hilton. Sebelum ke Hilton, kamiΒ  mampir sejenak di Wallgreens. Katanya ce Febria yang pernah ke USA sebelumnya, Wallgreens ini adalah pharmacy, tapi jangan kaget kalau dia lebih mirip dengan supermarket. Dan yaps! Mirip banget dengan supermarket.hehe. Kami disini mampir untuk membeli beberapa makanan untuk makan siang. Harganya tentu bagi saya lumayan mahal. Kami masing-masing membeli sandwitch isi dua yang bisa dimakan untuk berdua. Dengan begini, cukup dapat menghemat uang saku kami disini lho!hoho

Selanjutnya kami benar-benarΒ  balik ke Hotel untuk mandi dan mulai registrasi. Nah, di registrasi ini ada sesuatu yang bikin kami terkejut! Saya akan cerita di posting-an selanjutnya ya πŸ˜€

12 thoughts on “Autumn in San Francisco – Menyusuri China Town dan Union Square”

  1. Dari awal baca postingannya langsung nggak sabar lihat foto – fotonya, keren semua. Aku kapan ya bisa kesana ? :D, tulisannya asyik, kalau bahasaku tulisannya renyah. China Town kalau di Indonesia itu Pecinan ya, Mbak ? hehe. Ditunggu cerita selanjutnya, penasaran apa yang terjadi pas registrasi :D, semangat terus update blognya. πŸ™‚

    1. Halo Diarysivika,
      Salam kenal, thanks udah berkunjung πŸ™‚
      Naik transport selama disana? macam2 πŸ˜€
      Naik kereta, trem, mobil dan lebih banyak jalan kaki πŸ™‚

  2. Mingle like a local pas nggak di negara sendiri itu emg asik ya, jd punya pengalaman lagi. Apalagi kalo Chinatown, hmmm keknya di semua negara ada sudut ini deh yaaa…ckckck keren.

    1. Hehe, iya banget mbak Dwi. Chinatown ini kalo di Indonesia namanya Pecinan kali ya? Cuman di Indonesia kayaknya mulai jarang , di Surabaya dulu ada kya-kya, sekarang udah gak ada..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *